Home

Profil

Satuan Kerja

Produk Hukum

Layanan Publik

Pusat Informasi

Survey IKM

Pencarian Data

LAPAS BANJAR

 

BANJAR- Pernahkah kita melihat bahkan pernah mencoba makan di suatu rumah makan atau apapun itu, kita menggunakan piring yang terbuat dari anyaman berbahan dasar lidi ?? Jika pernah, anda adalah orang yang pernah merasakan kenikmatan makan dengan tempat makan dari bahan alami. Namun, bukan mengenai makanan yang akan kita bahas kali ini, melainkan seberapa sukar membuat anyaman piring berbahan dasar lidi yang dibuat oleh warga binaan Lapas Banjar.

Selasa pagi ini di Lapas Banjar (06/11) terdapat kerumunan yang menarik perhatian, ternyata itu adalah kelompok kerja anyaman lidi yang sedang membuat piring lidi. Untuk membuat satu piring lidi dibutuhkan sekitar 98 batang lidi, kemudian dianyam dengan ukuran sesuai patokan ukuran yang telah dibuat. Kelompok kerja (Pokja) anyaman lidi beranggotakan 15 orang warga binaan dengan hasil produk piring lidi rata – rata setiap harinya menghasilkan 50 piring lidi.

Uci, salahsatu warga binaan anggota pokja anyaman lidi menyampaikan kebanggaannya dapat membuat anyaman piring lidi “saya tidak percaya diri awalnya untuk bisa membuat suatu karya berupa anyaman piring lidi, namun setelah mencoba dan diajarkan oleh pembina dari Lapas Banjar akhirnya secara bertahap saya bisa membuat minimal satu piring lidi setiap harinya, tentunya ini bisa menjadi bekal berharga saya nanti saat kembali ke masyarakat”, ujar Uci.

Dadan Herdiana, S.H menuturkan “kita membina mereka (warga binaan) untuk dapat merubah mindset dirinya, yang awalnya menganggap dirinya kurang berguna atau tidak ada potensi sehingga melakukan tindak pidana, kita ubah melalui pembinaan kemandirian mereka dengan salahsatunya kegiatan anyaman piring lidi. Kegiatan ini memang kami ajarkan secara bertahap, karena tidak bisa langsung bisa menganyam menjadi sebuah piring lidi melainkan harus melalui tahapan – tahapan. Namun kami salut, setiap materi yang kami ajarkan cepat dipahami dan dimengerti serta dipraktekan. Setiap dua minggu sekali rata – rata 1.000 piring lidi kami distribusikan kepada CV.Karya Mandiri selaku pihak ketiga yang telah bekerjasama dengan kami sambil kami mengambil bahan baku”, tutur Dadan.

Kasubsi Pembinaan Adiyanto, Amd.IP.,S.H.,M.Si mengapresiasi “saya salut dengan eksistensi warga binaan kelompok kerja anyaman piring lidi yang merupakan salahsatu pokja paling diminati oleh warga binaan. Memang pokja ini berjalan atas kerjasama dengan CV.Karya Mandiri yang membidangi kerajinan anyaman lidi, antara lain dalam hal penyediaan bahan, pelatihan dan proses pemasaran hasil karya. Tidak semata hanya kegiatan mengisi waktu saja, warga binaan dalam pokja ini pun mendapatkan premi hasil dari produksi piring lidi yang telah dibuatnya, tentunya masing – masing akan berbeda tergantung dari banyaknya piring lidi yang telah mereka buat. Kami berharap, keterampilan ini bisa menjadi bekal nantinya saat mereka (warga binaan) kembali ke masyarakat”, sambut Adiyanto.

Kalapas Banjar, Agus Wahono, Amd.IP.,S.H.,M.H menyambut baik program pembinaan yang telah berjalan sangat baik ini “Saya sangat bangga dengan keberhasilan program pembinaan yang diberikan kepada warga binaan ini, tentunya ini harus terus berlangsung dan saya juga mendapatkan informasi mengenai mantan warga binaan Lapas Banjar yang dulunya dibina sekarang menjadi pembina pula di masyarakat untuk menjadi pelatih kerajinan anyaman piring lidi”, sambut Agus. (Foto/Red : Wowo/Asden)