Home

Profil

Satuan Kerja

Produk Hukum

Layanan Publik

Pusat Informasi

Survey IKM

Pencarian Data

wbk wbbm 1

 

wbk wbbm 2

 

wbk wbbm 3

 

wbk wbbm 4

 

wbk wbbm 5

 

BALI- Minggu (04/11/2018) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat Ibnu Chuldun menghadiri Pengarahan Tim Kerja WBK WBBM Pusat dan Presentasi Unit Kerja dalam rangka Evaluasi Zona Integritas di Lingkungan Kementerian Hukum dan HAM RI, di Aula Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Ngurah Rai Bali.

Pengarahan yang  dihadiri oleh Dirjen Imigrasi (Ronie Sompi), Dirjenpas (Sri Puguh Budi Utami), Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi (Asep Kurnia), Staf Ahli Bidang  Reformasi Birokrasi (Haru Tamtomo), Kakanwil Bali, Karoren, Irwil II, III, IV, Kakanwil DKI, Kakanwil Jabar, Kakanwil Lampung, Kakanwil Sumatera Utara, Nominator Satuan Kerja (Satker) WBK WBBM se-Indonesia (10 satker).

Dalam arahannya Haru Tamtomo menyampaikan “Ada 10 satker sebagai Nominator WBK WBBM Kanim Khusus Medan, Lapas Cibinong, Kanim Denpasar, Rutan Cirebon , Direktorat Perdata AHU, Kanim Blitar, Kanim Cirebon , Lapas Perempuan Malang, Lapas Salemba , Lapas Metro Lampung.Apresiasi atas usulan prioritas dari 13 ada 10 satker yang lolos melalui survey komponen hasil dari BPS. Selanjutnya dilakukan survey komponen pengungkit.  Menelusuri 3 satker yg tidak masuk evaluasi komponen pengungkit”.

“Pertemuan ini merupakan penguatan sebelum besok mengukur progress pencapaian komponen pengungkit, mencakup : 6 area perubahan Reformasi Birokrasi (RB), komitmen sebagai syarat utama satker menuju WBK/WBBM, komitmen pimpinan yang nantinya menjadi Role Model. Kegiatan besok merupakan murni kegiatan Kemenpan RB, komitmen Kemenkumham untuk mendorong. Komponen pengungkit mempunyai nilai 60% dr seluruh penilaian. Perubahan mind set untuk menjadi pelayan publik belum maksimal, tidak boleh lemah dan tidak terputus. Jumkah satker se Indonesia yg mencapai 900, 10 satker terasa kecil. Diharapkan tahun 2019 bisa mencapai 60-100 satker. Permenpan 52/2014 penepatan usul WBK WBBM bukan dari pusat, tetapi dari satkernya. Kakanwil dengan Tim Kerja Wilayah agar pengusulan satker WBK WBBM sesuai dengan Permenpan. Agar disiapkan tim kerja di kantornya untuk stand by apabila ada kekurangan data”. Tutup Haru.

Asep Kurnia menyampaikan “ Indikator penilaian komponen pengungkit dan indikator hasil malam ini merupakan konsolidasi untuk penilaian pengungkit seperti Komitmen pimpinan sampai tingkat bawah (OB), pimpinan sebagai Role Model, Menyeleksi Tim Kerja yang berintegritas, Menetapkan pegawai sebagai agen perubahan, Melakukan internalisasi kepada pegawai (apel, bimtek dll)”.

“ Kenyamanan pelayanan WBK WBBM perbedaannya ilustrasi : Ruang laktasi ada meja dan kursi itu baru WBK tetapi kalo ruang laktasi itu dilengkapi selain kursi meja, juga ada taplak meja, desain ruangan ramah anak, ada tisu basah kering, kursinya empuk dan sebagainya, yang berorientasi kepuasan publik baru disebut WBBM. Kisi berikutnya adalah monitoring dan evaluasi pembangunan ZI. "Tolong jaga semangat nya, dan keberlangsungannya". Kisi selanjutnya Manajemen Media, seluruh program satker disampaikan kpd masyarakat. Respon cepat apabila ada keluhan. Sosialisasi terus dilakukan Kisi terakhir terkait penayangan video profil masing-masing satker. Tidak harus inovasi itu melalui Aplikasi dan biaya besar bisa dengan ide-ide sederhana”. Ujar Asep.

Iwan Kurniawan menambahkan “Ada satker WBK WBBM merupakan target kinerja Kemenkumham, Keberlangsungan dan kesinambungan WBK/WBBM, Komitmen Kemenkumham sangat kuat terbukti ada dalam Organisasi Tata Laksana di pusat maupun wilayah, Best Practise WBK WBBM adalah para kepala satker dan jajarannya”.

Ronie Sompi  menyampaikan “Saya bangga dengan yang sudah dilakukan oleh satker nominator WBK WBBM. Testimoni sampai kepada masyarakat luas, saya pun kecewa dengan tidak ditetapkannya kanim Jakarta Selatan, saya akan evaluasi terhadap pimpinannya”.

“Reward terhadap satker peraih WBK WBBM harus berupa reward yang nyata seperti kenaikan grade tunjangan kinerja, fasilitas pendidikan penjenjangan pimpinan, keputusannya harus ditetapkan bersama eselon 1 lainnya”. Timpal Ronie.

Dirjenpas Sri Puguh Budi Utami turut memberikan pesan kepada para nominator peraih WBK WBBM “ Agar mengatur strategi harus maksimal untuk paparan besok,  memelihara WBK WBBM, harus ada rencana pendek menengah panjang, Reward naik grade tunjangan kinerja dan promosi bagi pimpinan dan jajarannya”. (red/foto: Azis)