Home

Profil

Satuan Kerja

Produk Hukum

Layanan Publik

Pusat Informasi

Survey IKM

Pencarian Data

Kanwil PenguatanUPT 0

Bandung - Rangkaian Acara Pemantauan Pembangunan Zona Integritas menuju WBK Dan WBBM yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat oleh Staf Ahli Menkumham, yakni Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga, Agus Hariadi, Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi, Razilu, dan Widyaiswara Utama, Ma’mun, yang didampingi oleh Kakanwil Kemenkumham Jawa Barat, Liberti Sitinjak bersama Pimpinan Tinggi Pratama Kantor Wilayah berlanjut dengan meninjau Lapas Kelas I Sukamiskin Bandung siang ini (15/04) bertempat di Aula Serbaguna Lapas Kelas I Sukamiskin Bandung.

Dibuka dengan sambutan dari Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum Dan HAM, Abdul Aris menyampaikan "Layanan kunjungan dan kesehatan Warga Binaan merupakan hal yang menjadi fokus dalam pencanangan Zona Integritas menuju WBK dan WBBM di sukamiskin, kemudian hal ini menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi petugas mengingat Lapas Sukamiskin merupakan gudangnya tempat orang terjerat kasus korupsi namun tetap menjadi suatu keharusan untuk berpredikat Wilayah Bebas Korupsi".

Kanwil PenguatanUPT 1

Selanjutnya Kepala Lapas Kelas I Sukamiskin, Tejo Harwanto menyampaikan "Ada 2 hal pekerjaan besar sebelum masuk WBK bagi lapas sukamiskin mengingat sebelum ini ada sebuah momen yang terjadi di sukamiskin ini yang dimaknai negatif dan sudah menjadi tugas kita untuk mengembalikan citranya menjadi positif. Hal pertama adalah membahas latar belakang tidak berjalannya regulasi di lapas dan yang kedua adalah samarnya antara siapa warga binaan siapa petugas, kemudian atas dukungan dari kanwil dibentuklah satuan tugas yang merupakan gabungan dari kanwil maupun satker lain untuk membantu Lapas Sukamiskin walaupun tidak turun secara langsung. Langkah konkrit yang diambil adalah dengan membuat regulasi baru yang sesuai dengan regulasi yang dibutuhkan, serta membuat pokja sesuai WBK dan WBBM sekalipun ada kesulitan dalam menjalankannya dikarenakan kurangnya pengetahuan mengenai WBK dan WBBM ini".

Kanwil PenguatanUPT 2

Acara kemudian masuk pada materi dari para Staf Ahli Menteri yang diawali oleh Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga, Agus Hariadi dalam paparannya menyampaikan "Untuk menciptakan Zona Integritas di LP Sukamiskin ini cukup sulit dan memiliki nilai lain dari pada satker khususnya satker pemasyarakatan lain karena disini sebagian besar warga binaannya masih pengaruh atau dana yang sangat besar, jika tidak ada integritas dari para petugas kemungkinan untuk tergoda atau dipengaruhi akan sangat mudah, dan tidak bisa dipungkiri jika mengacu pada hukum supply and demand, godaan disini amat sangat besar. Sehingga mengapa lapas sukamiskin harus tercapai WBKnya karena lapas ini memiliki kondisi yang berbeda dari upt lain dan jika LP Sukamiskin dapat berpredikat WBK maka mewujudkan WBK di satker lain akan relatif lebih mudah".

Kanwil PenguatanUPT 3

Staf Ahli Bidang Ekonomi, Razilu menambahkan "Karena Lapas Sukamiskin adalah Lapas dengan tingkatan tersulit untuk meraih WBK, petugas yang dianggap tidak mampu dan tidak kompeten telah di pindah dari sini maka petugas yang bertugas disini merupakan orang yang terpilih dan dianggap layak, karena jika petugas disini sukses membawa LP Sukamiskin menjadi WBK maka akan dengan mudah untuk dipekerjakan di LP ataupun Satker lainnya. Lakukan satu program secara rutin, tentukan dalam satu hari menyapa pengunjung dan ramah dalam menjelaskan regulasi sehingga adanya kesinambungan komunikasi dengan pengunjung yang nantinya mereka berkenan memberikan penilaian terbaik sekalipun sarana prasarana disini masih belum sesuai dengan harapan pengunjung".

Kanwil PenguatanUPT 4

Terakhir sedikit pemaparan dari Widyaiswara utama, Ma'mun menyampaikan "Harapan LP Sukamiskin bisa ikut serta untuk penilaian WBK akan menjadi sebuah hal yang benar-benar diinginkan mengingat spesialnya jika dibandingkan satker lain, dengan IPK atau Indeks Persepsi Korupsi 11,7 dari LP Sukamiskin menunjukan telah banyak yang dilakukan atau dikerjakan oleh petugas LP Sukamiskin untuk menuju WBK sekalipun belum memenuhi untuk diikutkan penilaian WBK tetapi ini semua menjadi modal awal yang baik dalam menyambut tahun 2025 menjadi pemerintah yang berkelas dunia".

Kanwil PenguatanUPT 5

Penyampaian materi ditutup oleh Kepala Kantor Wilayah, Liberti Sitinjak dengan memberikan tambahan motivasi dan mengapresiasi kinerja Jajaran Petugas Lapas Kelas I Sukamiskin dalam mempersiapkan Lapas Sukamiskin untuk meraih predikat WBK Dan WBBM.

Kanwil PenguatanUPT 6

Selepas penyampaian materi, Staf Ahli Menkumham kemudian meninjau fasilitas-fasilitas yang telah disediakan oleh jajaran Lapas Kelas I Sukamiskin seperti ruang kunjungan, bengkel kerja dan blok warga binaan. Tidak hanya meninjau Lapas Sukamiskin, Staf Ahli Menkumham yang turut didampingi oleh Kakanwil Kemenkumham Jawa Barat, Liberti Sitinjak bersama Pimpinan Tinggi Pratama Kanwil kemudian bergerak ke Rutan Kelas I Bandung.

Disambut secara langsung oleh Kepala Rutan, Heri Kustira beserta jajarannya Staf Ahli Menkumham langsung meninjau ruang sekretariat Tim WBK dan WBBM serta fasilitas lainnya yang menjadi unggulan dalam meraih predikat WBK.

Kanwil PenguatanUPT 16Kanwil PenguatanUPT 16Kanwil PenguatanUPT 16Kanwil PenguatanUPT 16Kanwil PenguatanUPT 16Kanwil PenguatanUPT 16Kanwil PenguatanUPT 16Kanwil PenguatanUPT 16Kanwil PenguatanUPT 16Kanwil PenguatanUPT 16 

(red/foto: humas)